Jumat, 30 September 2011

Puisi Imro Atun "Iim" Fatimah

IMRO ATUN “IIM” FATIMAH, terlahir di Gunungkidul, 30 Oktober 1983. Ia menuntaskan pendidikan Sarjana Pendidikan (Islam) pada Jurusan Pendidikan Bahasa Arab Fakultas Syariah IAIN (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta pada tahun 2008. Kini tengah mengandung putra pertamanya, yang insyaallah diperkirakan akan lahir pada awal Februari 2011 nanti. Kini menjadi staf pengajar di STIKES-AMA Surya Global Yogyakarta dan AMM Yogyakarta. Belum pernah mengikuti kompetisi lomba menulis puisi, dan baru punya hobi menulis puisi sebulan lalu dan lebih banyak berkecimpung dalam dunia religi sampai sekarang. Sesekali karya tulisnya termuat di beberapa media cetak lokal seperti Koran Pagi Wawasan dan Koran Merapi Pembaruan. Hobi berat makan siomay dan nongkrong di warung angkringan.

BANGKITLAH KOTA PADANGKU!

(Refleksi 2 Tahun Paska Gempa Padang 7,9 SR)

Dua tahun lalu, 30 September 2009, Padang dirundung duka mendalam
Dua tahun lalu, ketika matahari menuju persemayaman, Padang ditimpa lindu
Dua tahun lalu, tatkala penduduk pulang bekerja, Padang tersapu gempa bumi
Dua tahun lalu, tepat penghujung bulan September, ratusan jiwa melayang
Dua tahun lalu, gempa berskala 7,9 Skala Richter mengiamatkan Padang

Masya Allah, ratusan orang mati syahid
Subhanallah, puluhan ribu rumah penduduk tiarap, roboh berkeping-keping
Anak-anak harus siap mental sebagai yatim piatu
Orangtua menangis lara kehilangan anak dan keluarga mereka
Setiap mata meneteskan air mata, menatap puing-puing berserakan tak berirama

Bayipun menangis kehilangan ibunya menggema sunyi
Memecah keheningan malam yang berlarut-larut tiada akhir
Seolah hari kiamat sudah dimulai, tak ada penghidupan
Semua serbamusnah tanpa pengecualian

Tapi jangan terus terlarut dalam atmosfer musibah tersebut
Jangan bermalas-malas meratapi nasib dilanda cobaan hidup
Tuhan sangat mencintai penduduk Padang
Tuhan mengirimkan gempa bumi itu, tidak lantaran membenci Kota Padang
Atau meng-adzab penduduknya yang mulia tercerabut akar relijiusitasnya
Tetapi Tuhan justru sangat mencintai hamba-Nya

Melalui bencana gempa bumi itu
Ia ingin menguji kadar kecintaan manusia pada Tuhan
Seberapa besar takaran kecintaan mereka pada Tuhan
Ia ingin segera bersua dengan para kekasih-Nya dengan mematisyahidkan penduduk Padang, melalui gempa itu
Sungguh Tuhan mencintai Padang dan penduduknya

Bangkitlah wahai penduduk Padang
Bangun dan entakkan kaki dan tanganmu ke udara
Kepalkan tangan-tanganmu yang gagah perkasa
Genjot kembali aktivitas kerja
Pulihkan kondisi paska musibah gempa dua tahun lalu itu
Singkirkan rasa kemalasan dan menyalahkan keadaan

Bangkitlah wahai penghuni Padang
Taburkan benih-benih kebajikan di atas negerimu
Pancangkan tiang-tiang penyangga langit sekokoh mungkin
Rentangkan sayap-sayap pembangunan
Perkuat jalinan solidaritas sosial
Dan lejitkanlah percepatan pembangunan di Kota Padang yang indah permai
Dengan penuh rasa optimisme dan rendah hati

Padang, ibukota pembangunan
Padang, ibukota perdamaian
Padang, ibukota peradaban
Padang, ibukota bisnis dan pariwisata
Padang, ibukota perjuangan
Padang, ibukota kuliner dan toleransi
Padang, ibukota seniman dan budayawan
Padang, ibukota zaman

Jogja, 2 tahun paska Gempa Padang 7,9 SR (30 September 2011)

Catatan: lindu = gempa bumi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar