Jumat, 30 September 2011

Puisi Indra Martini

INDRA MARTINI, lahir di Padang, 13 Desember 1965. Sejak 1984 belajar menulis, hingga sekarang. Puisi, cerpen dan beberapa artikel menyangkut seni budaya sering dipublikasikan di beberapa media cetak daerah dan nasional. Namun, sepuluh tahun belakangan, sejak mengabdi di pemerintahan, di Kota Payakumbuh, produktifitas menurun. Mudah-mudahan lomba ini mencetuskan kembali bara kegelisahan itu.

PADANG, SITI NURBAYA BUKAN MALIN KUNDANG

:Kado Istimewa untuk Kotaku Tercinta

Padang …
Melihatmu hari ini, berharap kembali rindu indah masa itu
Mendengar nyanyian ombakmu hari ini
Senandung biru haru beku. Kini sumbang
Gamang dalam goncangan. Merana dalam goyangan

Padang …
Harum tubuhmu kini anyir, berpeluh
Panas luapan syahwat bertali-tali kepentingan
Waktu telah menghanyutkanmu

Padang …
Larut riuh rendah membahana teriakan, makian, tangisan, hinaan, rintih ringkih
Kelam legam kulit hitam anak jalanan
Ruwet macet menyerempet
Carut marut semrawut bergelut

Padang …
Siti Nurbaya bukan Malin Kundang
Datuk Maringgih menggadai Gunung Padang
Berdo’a Midun dalam hening malam
“Siti Nurbaya bukan Malin Kundang !”

Payakumbuh, 30 September 2011.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar