Selasa, 06 September 2011

Puisi Pilo Poly

PILO POLY, nama pena dari Saiful Sulaiman. Anak ke dua dari enam saudara ini lagi aktif di sebuah forum komunitas Cendol (Cerita Nulis Diskusi On Line) dan dari Group tersebut dia banyak belajar hal tentang kepenulisan. Tak terlintas inilah jalan yang akan dia tempuh. Dengan tekad bulat Pilo yang lahir di Aceh 22 November 1987 ini ingin menjadi seperti penulis-penulis yang sudah punya karya dan nama. Warna kuning adalah warna yang membuat hidupnya indah, karena memberi arti tersendiri. Bagaikan menatap senjakala di cakrawala.

KADO PADANG DALAM KUNDANG

Saat Ayah pergi ke seberang
Tinggallah Malin dengan Ibu tersayang
Berbulan-bulan Ayah di seberang
Sampai kini tak ada kabar di bawa pulang

Melangkah Malin dengan mimpi kembang
Ingin terkenal menjadi saudagar
Namun satu kesalahan terbesar
Malin durhaka kepada Ibu tersayang

Dulu berjanji akan pulang
Kepada Ibu di peluknya sayang
Namun harta membawanya gamang
Ibu sendiri di anggap pengemis jalang

Kini malin manjadi batu
Pantai air manis saksi bisu
Tentang durhaka kepada ibu
Janganlah kita mengikuti semu

Kado ini untuk kalian
Yang suka lupa dengan perjanjian
Kepada ibu janganlah menantang
Berikan senyum jangan menantangnya garang

12 komentar:

  1. Puisi yang keren!
    Two thumbs untuk penulisnya :)

    BalasHapus
  2. Indah Prisilia Joedo7 September 2011 19.47

    Kak Kacang Piloooo.... Mancaaappp!!! :D

    BalasHapus
  3. Semoga menang *ini untuk lombakan?
    Aku mendukungmu Bang Pilo *oh harus.
    Bukan cuma karena kita sekelas tapi karena puisimu emang keren ^^

    BalasHapus
  4. Terima Kash untuk Doanya temans. semoga Doa kalian membawa berkah. Amin.

    BalasHapus