Jumat, 16 September 2011

Puisi Yunita

YUNITA, memiliki nama pena Thatha Andrea Rihat. Ia tinggal di Nagari Sungai Tanang Kabupaten Agam. Alumni MAN/MAKN Kotobaru Padang panjang, dan sekarang ia melanjutkan pendidikan ke peguruan tinggi STAIN Bukittinggi semester pertama.
Hobinya membaca, menulis dan olahraga. Sejumlah karyanya sering dimuat di koran lokal, dan ia juga suka menulis di blog terutama puisi, cerpen, dan cerbung.

NYANYIAN KOTA PADANG

Berdiri aku di tepi pantai Padang
Di atas pasir putih kering musim kemarau panjang
Memandang lepas ke tengah laut
Ombak pulang, memecah berderai
Bulan sabit melintas malu-malu
Ombak datang bergulung-gulung
Ombak yang jenuh menepi pantai
Jeda-jeda waktu kembali ingin bertanya dalam pikiranku
Kau lupa,
Seusai kau seka gerimis dimataku
Di ruang hati musim kembali dingin
Dan perihnya di tabur garam meluka
Serasa lama lagi akan menutup mata
Rela aku melepasmu…!
Dalam mata terbayang
Kita, engkau dan aku
Mengendarai bendi mengelilingi kota Padang
Melihat dara dan bujang
Akan menari-nari keluar rumah mengenakan baju bersulamkan
 Benang emas seindah ada
Dan kita mulai mencari papan yang tebal,
Untuk di jadikan perahu
Bersama kita berlayar mengarungi laut padang
Kenang, kenanglah !
Payah sungguh kita mencari papan itu
Berat pula kita memikulnya
Hingga sampai di tepi pantai
Kita berkeringat dingin
Sayang, kita lupa perahu itu
Mesti kita bentuk seindah dapat
Malam makin menyala
Perahu karam kedalam laut tiada dasar
Hanya tinggal badan mengenang masa silam

Sungaitanang, 14 Agustus 2011

KEMBARA DI KOTA PADANG

Jalan, jalan…! Beberapa puluh hari sudah
Marilah disini melepaskan beban yang
Mengutuk kita di kota
Dari kota sesak ketepi pantai Padang
Laut baru saja melipat senja
Setelah kawanan burung camar
Berdiskusi tentang deburan ombak
Kita petik keindahan langit dan laut yang leluasa
Kita simpan keragaman birunya dalam kenangan
Kemudian kita berlari kebibir pantai
Berteriak dengan suara lantang
Lupakan apa-apa, cobalah jauh mengembara
Adakah laut itu berujung atau tidak ?
Engkau akan gembira! Di seberangnya
Ada tanah yang ingin kau injak
Lekas-lekaslah kawan
Sebelum mentari tengelam ke dasar laut
Dengan riak-riak air laut
Kita mulai merajut mimpi-mimpi itu
Sebelum tanah yang ingin kita injak  di jarah orang

Sungaitanang, 14 Agustus 2011

Tidak ada komentar:

Posting Komentar